5 Teknik Memilih Jenis Kelamin Bayi

img

Jakarta, Tak sedikit pasangan yang berusaha mati-matian agar bisa mendapatkan jenis kelamin bayi yang sesuai. Ada 5 teknik yang digunakan untuk memilih jenis kelamin bayi mulai dari yang paling efektif hingga yang hanya sekedar mitos.

Seperti dikutip dari 11 Points, Kamis (14/1/2010) ada 5 teknik yang digunakan untuk memilih jenis kelamin bayi tersebut. Meskipun hasil yang didapatkan belum tentu benar.

1. Preimplantation Genetic Diagnosis (PGD)
Teknik PGD menggunakan bantuan ahli untuk mengambil sel telur lalu dibuahi dengan sperma pada cawan petri di laboratorium. Setelahnya akan dilakukan pengujian terhadap jenis kelamin si janin, jika jenisnya sesuai maka hasil pembuahan ini akan dimasukkan ke dalam rahim.

2. MicroSort.
Teknik MicroSort menggunakan cara dengan mengambil sperma laki-laki dan dimasukkan ke dalam tabung dengan tambahan pewarna. Sedangkan sperma perempuan (secara teknik perempuan juga menghasilkan sperma tapi dengan proses pembuatan dan jenis yang lebih rumit) akan mengambil zat warna yang lebih banyak sehingga lebih bersinar.

Inseminasi (memasukkan sperma ke dalam genitalia perempuan) dilakukan hanya pada sperma gender yang diinginkan saja. Teknik ini 90 persen berhasil untuk anak perempuan dan 75 persen untuk anak laki-laki.

3. Metode Shettles.
Teknik ini berdasarkan waktu ovulasi dari perempuan. Jika ingin mendapatkan anak laki-laki, sebaiknya berhubungan seks sedekat mungkin dengan waktu ovulasi. Sedangkan untuk anak perempuan, sebaiknya melakukan hubungan seks 2-4 hari sebelum ovulasi.Karenanya perempuan harus tahu kapan masa suburnya (ovulasi).

4. Konsumsi makanan favorit laki-laki atau perempuan.
Jika menginginkan anak laki-laki, cobalah konsumsi daging merah dan makanan yang asin seperti kue kering atau keripik. Sedangkan jika ingin anak perempuan, cobalah untuk banyak konsumsi ikan dan sayuran lalu diakhiri dengan cokelat.

5. Pencapaian klimaks pertama.
Teori untuk teknik ini adalah jenis kelamin bayi yang dikandung tergantung dari siapa yang lebih dulu mencapai orgasme pertama. Jika suami yang lebih dulu, maka anak yang dikandung adalah laki-laki dan sebaliknya.

Meskipun berbagai teknik bisa dilakukan oleh setiap pasangan, tapi tetap saja tidak ada yang tahu dengan pasti apa jenis kelamin dari janin tersebut hingga bayi yang dikandung itu lahir.