Latest Entries »

ZIGAZ – Sahabat Jadi Cinta

E                            B           E                     G#m
Kuhantarkan bak di pelataran hati yang temaram

E                      B
Matamu juga mata mataku

C#m                    F#m
Ada hasrat yang mungkin terlarang

E                        B              E                      G#m
Satu kata yang sulit terucap hingga batinku tersiksa

E                         B
Tuhan tolong aku jelaskanlah

C#m                    F#m
Perasaanku berubah jadi cinta

Reff I:

B                    F#m
Tak bisa hatiku merafikan cinta

G#m                           F#m
Karena cinta tersirat bukan tersurat

E                       D#m
Meski bibirku terus berkata tidak

C#m                 F#m            B
Mataku terus pancarkan sinarnya
E                 B                    E           G#m
Kudapati diri makin tersesat saat kita bersama

E                        B
Desah nafas yang tak bisa truskan

C#m                F#m
persahabatan jadi cinta

E                        B              E                      G#m
Satu kata yang sulit terucap hingga batinku tersiksa

E                         B
Tuhan tolong aku jelaskanlah

C#m                    F#m
Perasaanku berubah jadi cinta

Reff II:

B                           F#m
Apa yang kita kini tengah rasakan

G#m                    F#m
Mengapakah kita coba persatukan

E                       D#m
Mungkin cobaan untuk persahabatan

C#m                  F#m        B
Atau mungkin sebuah takdir Tuhan

G                                  Em
ku tak laku apa memang ku tak laku

C                            Em
apa tak ada yang mau denganku

G                                       Em
bukan ku tak cantik, bukan juga ku tak menarik

C                      G
hanya saja egois menghantui aku

G                                     Em
apa aku sadis, apa memang ku tak romantis

C                         G
hingga semua lelaki meninggalkan aku

C
aku merasa
Reff:

G                  D

ku tak laku laku apa ku terlalu

Em                C
memaksakan diri memilih lelaki

G                     D
ku tak laku laku itu yang ku rasa

Em                 C
tak ada yang mau tuk dekati aku

Em
terkadang ku susah mengerti lelaki

C                        D
terkadang aku susah basa basi

Em – C
semua jadi pergi

G – D – G
ku tak laku laku

Yamaha Mio Sporty 2008

Matic Fighter

3559hal2_miojogja1.jpgTanpa konsep bisa jadi desain modifikasi bakal awut-awutan. Enggak tahu arah rancangannya mau ke mana. Lama-lama, kuda besi yang sudah dimodifikasi tanpa konsep kelihatan ramai. Semua aliran dijejali jadi satu di skubek. Kayak pasar deh kelihatannya.

Bekerja tanpa konsep ogah buat Siswo Winoto, builder dari Win’s Paddock, Purwokerto, Jawa Tengah. Seperti garapannya kali ini pada Yamaha Mio yang ikutan Yamaha Mofest Modification Contest 2, Region II, Jogja. “Aku coba untuk menggabungkan konsep low rider dan hotrod. Jadinya, matic fighter,” bilang Win, panggilan akrab Siswo Winoto.

Wah, matic fighter from Purwokerto yang juga memperkenalkan diri sebelumnya dengan konsep minor fighter. Pokoke yang ter-ter serius digarap3560hal2_miojogja2.jpg Win’s Paddock. “Eksperimen awal di Mio ini. Pokoknya mau lepas dari aliran skubek kayak low rider dan hotrod,” jelas Win yang bermarkas di Jl. Sunan Ampel, No. 9, Purwokerto, Jawa Tengah.

Tentunya aliran yang diberi nama matic fighter oleh Win enggak jauh dari streetfighter. Bagi Win, kudu menonjolkan pemangkasan rangka. Ini diterapkan di matic fighter. Tinggal 30% frame yang disisakan dari Mio. Namun rumah komstir sampai down tube yang asli bawaan Mio.

Sebanyak 70% rangka baru pengganti dibikin ulang sangat ciamik. Meski rancang bangunnya sudah banyak beredar, frame tralis yang dimulai dari Ducati Monster ditransformasi ke skubek. Ide lama, tapi pengalihan dari sport ke skubek rangka tralis jauh lebih ciamik.

3562hal2_miojogja4.jpgSipnya, rangka tubular tralis hanya di bagian sub frame alias rangka pendukung. Kombinasi sub frame yang tralis dan down tube aslinya Mio jadi pas. Bahkan, skubek jadi kelihatan kekar. “Habis pipa sekitar 9 meter,” ujar Win.

Total 9 meter pipa untuk membuat rangka tralis di dua bagian. 4,5 meter yang ukuran 3,4 inci untuk rangka utama dan ukuran 1,5 inci sebagai penyangga pipa utama.

“Semua dibikin mesti saling menunjang. Bagian untuk menunjang sokbreker belakang juga kudu hati-hat. Kalau salah konstrukrsi, bisa bengkok pipa nahan beban dari sok,” beber Win yang bisa dikontak di 0815-4888-6755.

Finishing patut dikasih jempol. Detail dan komposisi kelir diracik apik. Tapi, ada saran nih, pasti akan lebih kompak dimensi motor kalau sumbu roda enggak dibikin melar.

Sumbu roda yang melar tetap bertentangan dengan matic fighter.

STREET FIGHTER KELIHATAN BESAR3561hal2_miojogja3.jpg

Streetfighter jadi tema utama Win’s Paddock (WP) pada setiap garapan. Di Inggris aliran modifikasi ini usianya sudah lebih dari 30 tahun. Tujuan aliran streetfighter sih motor kelihatan ringkas alias simpel. Meski tampak simpel, tapi ada yang ditonjolkan. Kuda besi jelas-jelas kelihatan mesin bertenaga besar.

Beberapa ruh streetfighter hampir mendekati di Mio garapan WP. Rangka tubular tralis yang dicomot dari produk Ducati yang sekarang masih nempel di Ducati Street Fighter 2009. Pilihan tepat membuat tubular tralis sebagai pengganti subframe dan lengan ayun pun dibikin sama jadi tubular.

Begitu juga pilihan setang adventure. Tapi, setang terlalu baplang alias lebar padahal kemudi yang agak pas sih model Suzuki Thunder 125 atau Yamaha RX-King.

Tapi, ada yang kurang dari WP. Nggak menonjolkan kalau Mio punya mesin bertenaga besar.

DATA MODIFIKASI

Ban depan : Swallow 120/6012
Ban belakang : Deli Tire 130/60-12
Pelek depan : Sanex Hussar
Pelek belakang : Sanex Hussar
Cakram depan : Nissin
Cakram belakang : Nissin
Selang rem depan : TDR
Sokbreker depan : WP Fusion

Uji Emisi

Wajib Stiker Emisi 2011

31 Dec 2009
3620ujiemisi004.jpgPada 2011 beberapa instansi pemerintah dan swasta akan berlakukan wajib stiker lulus emisii kepada kendaraan roda dua.

Peni Susanti, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) menyatakan dalam uji emisi yang berlangsung di Monas, 30 November lalu. “Ketentuan tersebut untuk menegakkan Perda No. 2/2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, Pergub No. 92/2007 tentang Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor, serta Pergub No. 31/2008 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor,” bilangnya.

Menurut Peni, pemberlakuan stiker motor 2 tahun lagi untuk memberikan kesempatan kesiapan bengkel penguji yang terstandarisasi. “Stiker ini berlaku 6 bulan dan wajib diperpanjang,” jelasnya.

Penggunaan ambang emisi nantinya akan mengikuti Pergub No. 31 di mana motor mesin 2-tak produksi kurang dari 2010 harus memenuhi 4,5% CO dan 1.200 ppm HC. Sedangkan motor mesin 4-tak harus memenuhi 5,5% CO dan 2.400 ppm HC.

Aturan ini agak berbeda dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 4 tahun 2009 yang tidak membedakan antara motor mesin 2-tak dan 4-tak. Dalam Permen itu perbedaan hanya dilakukan terhadap motor yang berkapasitas 50 cc, 50-150 cc dan 150 cc ke atas. “Yang kami gunakan acuan dari Pergub No. 31 mengenai Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor,” tambah Ridwan Panjaitan, Kasie Penegakan Hukum BPLHD.

Pihak pabrikan sendiri mengatakan mendukung mengenai aturan emisi. Kendala yang dihadapi jaringan pabrikan yakni masih belum tersedianya alat uji emisi ini. Bambang Asmarabudi, GM Promosi dan Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia mengatakan akan merumuskan bantuan untuk jaringan. “Tentunya akan kami subsidi kalau itu memang kewajiban dari pemerintah,” tutup Bambang yang masih setia dengan kumis tebal.

CLARA DIANA

TANTANGAN TURING
3618cepot-clara-dvd-2.jpgSekadar saran dari sesama brother! Kalau pedekate sama Clara Diana ente mesti mempersiapkan diri. Soal tampilan pastinya mesti ok. “Aku senang biker taat aturan,” jelas kelahiran Malang, 9 Agustus 1987.3619cepot-clara-dvd-3.jpg

Belum cukup. Siapapun ente, riding skill harus hebat. Pasalnya, dara ca’em ini punya pengalaman traumatik saat riding.”Aku pernah jatuh dari motor sempat pingsan segala, pas bangun sudah ada di rumah dirawat papa di ruang praktiknya,” kisah penyuka baju tank top.

Denger bocoran begini, brothers harus ambil ancang-ancang, gimana buat Clara merasa aman dan nyaman dibonceng. Apalagi doi ini rider aktif juga. Saat SMP dan SMA di Medan, dia suka naik motor. ”Papaku juga pernah tugas di Kepulauan Riau, tahu sendiri jalur lintas Sumatera penuh truk dan bus gede, aku pernah nyalip 5 truk sekaligus,” bangganya.

Buat biker yang mau mendekat ini jelas tantangan. Siapa yang mau ngajak dia turing?

Dijual Rp 17,5 Juta

3617img_6528b.jpgMinggu lalu di Thailand, tepatnya 24 November, PCX125 diluncurkan. Kontributor Em-Plus di Thail jadi saksi pertama peluncuran PCX125 di dunia. Harganya 70.000 Bath atau sekitar Rp 17.500.000. Mulai disebar ke wilayah Thailand 5 Desember 2009.

“Thailand negara pertama yang memproduksi PCX125. Untuk selanjutnya, Thailand jadi basis produksi PCX125 di seluruh dunia,” beber Zenjiro Sakurai, Presiden Direktur A.P. Honda, Co., Ltd, Thailand.

PCX125 menawarkan teknologi t Idling Stop System (IDS). Teknologi yang bisa bikin mesin mati mendadak saat mesin langsam lebih dari tiga detik. IDS mendukung teknologi PCX125 yang menggunakan injeksi. Artinya, ECU PCX125 diatur secara elektronis untuk memutus arus kalau mesin langsam lebih dari tiga detik. Tujuannya supaya bahan bakar enggak terbuang percuma dan mengurangi emisi waktu mesin langsam.

Sistem pengeremen menggunakan mekanisme hidrolik yang pastinya dapat diajak mengerem mendadak tanpa harus merasakan kehilangan keseimbangan.

Fitur lain adalah CBS atau Combi Brake System yang diperkenalkan Honda di Indonesia melalui Vario CBS Techno.

PCX125 juga sudah dilengkapi alarm antimaling langsung dari pabriknya. Bahkan, kunci kontak mesin akan menyala dengan sensor jari tangan.

Menurut pihak Honda Thai, skubek baru canggih ini juga akan menjadi produk global yang akan diekspor ke berbagai kawasan, termasuk Indonesia!

Kapan hayo?

Marinir: Anggota Kami Yang Dikeroyok 7 Pemuda
Ramadhian Fadillah – detikNews


Jakarta – 8 Orang warga Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengaku dipukuli oknum Marinir TNI AL. Pihak Marinir membantah anggota mereka telah melakukan pengeroyokan.

“Informasi pemukulan tersebut tidak benar. justru anggota Marinir yang dikeroyok oleh 7 pemuda,” demikian informasi yang diperoleh detikcom dari Dinas Penerangan Korp Marinir TNI AL, Jumat (18/12/2009).

Dispen TNI AL menjelaskan kronologis pemukulan tersebut. Pada Jumat tanggal 11 Desember malam, anggota Marinir yang bernama Pratu Maryono menegur dua orang remaja yang sedang berpacaran. Tidak terima dengan teguran tersebut, remaja itu memanggil teman-temannya.

“Jumlahnya ada 7 orang. Anggota Marinir tersebut dipukuli,” jelas Dispen Marinir.

Pertikaian tersebut bisa diselesaikan malam itu. Kedua pihak saling meminta maaf. Pratu Maryono pun pulang ke rumahnya. Namun kemudian istri Maryono terkejut melihat suaminya yang babak belur. Tidak terima, wanita ini melaporkan pengeroyokan suaminya ke Polsek Jagakarsa.

Polsek Jagakarsa kemudian menahan 5 orang pemuda yang melakukan pengeroyokan. Sedangkan 2 orang, yang bernama Alex dan Yudi masih buron.

Akhirnya setelah menempuh jalan kekeluargaan, masalah ini diangap selesai pada hari Senin 14 Desember lalu. Dalam pertemuan ini hadir keluarga korban, perwakilan Korp Marinir dan perwakilan warga Jagakarsa.

“BAP pengaduan telah dicabut, 5 pemuda ini juga sudah dibebaskan,” terang Marinir.

Pihak Marinir juga membantah ada sweeping belasan anggota marinir pada Alex dan Yudi yang sempat buron.

“Tidak ada sweeping. Permasalahan ini sudah selesai.”
(rdf/asy)

Recall 30 Ninja

Kawasaki Tak Pungut Bayaran

Muhamad Ikhsan – detikOto
Gambar

Jakarta – Kawasaki tidak akan memungut bayaran kepada pengguna Ninja 250R yang motornya ditarik kembali (recall). Pengguna Ninja 250R produksi Agustus 2009 tinggal langsung datang ke diler Kawasaki terdekat.

Hal tersebut disampaikan Manager Marketing dan Research Development KMI Freddyanto Basuki kepada detikOto, Kamis (17/12/2009).

“Kita tidak memungut biaya sepersen pun. Konsumen silakan datang ke kita dan kita ganti mesinnya,” ujar Freddy.

Badan Keselamatan Lalulintas Jalan AS atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) sebelumnya mengumumkan adanya recall terhadap 259 Ninja 250R di AS. Mesin Ninja yang diproduksi di Thailand itu bisa mengalami kebocoran oli yang akhirnya akan merembes ke ban belakang.

Ninja yang diimpor ke Indonesia sama platformnya dengan di AS. Ninja yang ada di AS dan Indonesia sama-sama dibuat di pabrik Kawasaki Thailand.

Suzuki skywave 2009 (Jakarta)

Suzuki skywave 2009 (Jakarta)

Disepuh Emas Beneran

3261hal3_skywave_dolok1.jpgCoba perhatikan foto Suzuki Skywave ini. Sekilas terkesan standar. Padahal enggak lho. Selain pemakaian beberapa variasi detail berkelas, juga sedikit trik untuk aksi tipu-tipu dilakukan. Kalau nggak jeli, pasti bisa salah menebak. Ubahan seperti ini dalam contezt modif cocok masuk fashion standar.

Variasi berkelas pertama yang dipakai adalah pada pelek alias lingkar roda. “Sengaja disepuh emas karena memang ingin terlihat beda,” kata Aditya Aryadi Rachman si empunya motor. Emas? Yang bener, Bro?3262hal3_skywave_dolok2.jpg

“Bener kok, tapi saya agak lupa habis berapa gram pastinya. Tapi yang pasti untuk dua pelek ini total biaya krom emas yang dikeluarkan adalah Rp 3 juta,” kata Adit meyakinkan. Wah, harus dijaga ketat, nih! Sebab kalau ketahuan maling bisa digesek nih pelek. Atau kalau perlu bawa motornya sekalian.

Memang pelapisan serbuk emas tadi dilakukan pada tahap akhir finishing pelek. “Prosesnya sama seperti krom biasa, tapi ditambahin serbuk emas,” kata pria 26 tahun ini.

3263hal3_skywave_dolok3.jpgBagian yang mendapat tambahan lapisan emas memang hanya pelek. Sementara jari-jari dan teromol tidak atau dibiarkan STD alias standar.

Efek emas tadi dilanjutkan ke pengecatan bodi. Sengaja dilakukan supaya ada harmonisasi dengan kaki-kaki. “Warna putih itu dari Spies Hecker yang kebetulan juga mengandung gold effect,” tambah lajang ini.

Detail lain yang dipasang untuk membuat skubek 125 cc ini berkelas adalah pemasangan head lamp dan HID serta spidometer indiglo. “Kalau ini modal buat nampang malam hari,” lanjut warga Galaxy, Bekasi ini.

Trik menarik lain yang dilakukan Adit adalah memanipulasi tampilan roda belakang. Pelek lebar 5,5 inci dengan ban berprofil 140/60-14 itu sekilas terlihat mundur.3264hal3_skywave_dolok4.jpg

“Sengaja enggak dimundurin karena saya memang mau mempertahnkan posisi standar supaya handling enggak berubah,” lanjutnya. Memang ban seukuran tadi masih bisa menggelinding tanpa ngesrot di Skywave yang memiliki ruang lebih luas,” tegasnya.

Trus kenapa pandangan awam bisa tertipu ya? Itu karena saya mengubah sudut kemiringan sok belakang,” lanjut wiraswastawan muda ini.

Ubahan dilakukan dengan menggeser pegangan atas di rangka lebih ke depan. Nah ubahan sudut inilah yang membuat orang mengira sumbu roda sudah dimundurin. Kalau nggak percaya, silakan cek ke kolong.

Karena konsepnya menjurus ke Jepang, desain jok ikut menyesuaikan. Ukuran standar, hanya dibuat undakan dan sandaran bagi joki. Mirip aplikasi di big matic Jepang.

DATA MODIFIKASI

Pelek depan : Custom 4 x14 inci
Ban depan : Deli Tire 120/60-14
Pelek belakang : Custom 5,5 x 14 inci
Ban belakang : Deli Tire 140/60-14
Sok belakang : Yoshimura
Head lamp : HID, Dipa 8000 k
Knalpot : Termignoni

Suzuki Shogun SP 125 2006 (Jakarta)

Part Shogun FL 125 Jadi Kuncian

3404shogun--axl-1.jpgTertarik buat main adu kebut di 500 meter? Coba dulu temui Suzuki Shogun SP125 milik Diaz, racikan Herman Pieters yang dijuluki ‘Lanjutkan’. Kiprah motor yang punya warna biru, macam warna dominan Partai Demokrat pimpinan SBY yang jadi pemenang Pemilu Presiden 2009 ini, belum terkalahkan di trek setengah kilometer. Apa rahasia racikannya? Lanjutkan!

“Rahasia apa? Wah, gak pake rahasia segala tuh. Kita buka-bukaan aja yuk,” tantang Herman yang juga pemilik workshop Man’s Speed di Jl. Masjid, No. 16, Jati Kramat, Jakarta Timur. Untuk bermain di trek itu, Herman menaruh kuncian di part dari Suzuki Shogun 125 terbaru alias Shogun FL. Ada beberapa part yang diandalkan untuk jadi kuncian. Yaitu, noken-as dan bandul kruk-as.3405shogun--axl-2.jpg

Biar makin lengkap, bahas mulai dari bagian mesin atas dulu yak! Agar noken-as mantap memutar klep gambot ukuran 33 mm/ 28,5 mm merek INT, durasi kem dibikin jadi 278º untuk klep isap. Sedang klep buang alias ex, dibikin jadi 279º. Nah, lagi-lagi, yang dipakai noken-as alias kem milik Shogun FL. Kenapa begitu, “Karena kem Shogun FL punya lift yang lebih tinggi dari Shogun SP. Shogun FL liftnya 2,2 mm lebih tinggi ketimbang SP,” bilang pria 26 tahun ini.

Dengan begitu jarak main klep bisa lebih jauh membuka dong. Semburan yang masuk ke ruang bakar Kuncianpun jadi lebih mantap. Makin oke lagi, naik-turun batang klep juga diatur kekerasannya oleh per klep buatan Ahon merek SMS.

3406shogun--axl-3.jpgKatanya, per ini lebih oke dari per klep Jepang yang biasa dipakai buat road race. “Mungkin soal kekerasan per enggak jauh beda. Tapi enaknya karena per ini juga lebih tinggi 2,5 mm. Jadi enggak perlu ganjal pakai ring lagi,” timpal ayah dua putri ini.

Itu bagian mesin atas! Lanjut ke bagian blok silinder dan kruk-as. Biar power makin besar, langkah bore up dilakukan. Kini, blok Shogun dijejali piston 65,5 mm milik Honda Tiger oversize 200.

Belum cukup sampai situ, langkah stroke up juga dilakukan. Pakai pen stroke 5 mm merek Kawahara, setang seher tetap pakai milik Shogun SP. Kini, stroke bertambah 10 mm naik-turun. So, kapasitas silinder sekarang jadi bengkak ke 219,5 cc.

Oh ya! Ketika naik stroke, bandul kruk-as diganti pakai milik Shogun FL. “Itu karena bandul ini lebih ringan meski tebalnya hampir sama dengan Shogun FL,” bilang Herman.

Dengan pakai bandul milik FL, kini putaran kruk-as jadi lebih ringan. Pastinya, power dan torsi mudah diraih. Tapi karena ringan, makanya permainan dibatasi di 500 meter aja. Itupun sudah pakai gir 16/ 30 mata lho.

PERNAH JAJAL DRAG 201

Asal tahu aja, Suzuki Shogun 125 milik Diaz ini pernah juga buat coba turun di arena kebut lurus resmi 201 meter di Sirkuit Sentul. Tapi sayang, akibat liarnya power yang dihasilkan ‘Lanjutkan’, sang joki kurang mampu meredam liarnya entakan. “Dari gigi satu hingga gigi tiga, motor ogah dikendalikan. Hampir-hampir, nabrak lampu start,” bilang Herman yang senang naik Suzuki Skywave 125 ini.

Bisa liar githu, lantaran Herman mengadopsi rasio rapat alias close ratio yang diset untuk Shogun FL. Part itu dibawanya langsung dari Thailand ketika doi berkunjung ke Negeri Gajah Putih beberapa waktu lalu. Oh ya! Dengan liar dan kurang terkendalinya handling saat tes di 201 meter, catatan waktu yang dihasilkan sabet 8,4 detik. “Akhirnya cuma sanggup juara kedua, tuh,” aku Herman lagi.

DATA MODIFIKASI

Ban : HUT 60/90-17
CDI : Rextor (Pro-Drag)
Pelek : Ride IT 1,20 X 17
Spuyer : 122/65
Man’s Speed : (021) 91083295